![]() |
| Inilah yang MERANGSANG Gairah Seksual |
Apakah Anda termasuk orang yang mudah terangsang? Melihat mulusnya
leher atau betis wanita terangsang.
Melihat body wanita aduhai terangsang. Mendengar suara desahan wanita
terangsang. Bersentuhan dengan tubuh wanita terangsang. Lalu, faktor apa yang
sebenarnya dapat menyebabkan Anda terangsang? Maka, pada kesempatan ini kami
perlu membahas: Inilah yang merangsang gairah seksual.
Faktor-faktor yang dapat merangsang gairah seksual adalah fakta yang terindera dan pikiran-pikiran yang dapat mengundang rangsangan. Kedua faktor tersebut dapat menimbulkan rangsangan gairah seksual hingga bergejolak dan menuntut pemuasan. Bila tidak ada faktor tersebut, maka gairah seksual tidak akan bangkit.
Fakta-fakta yang merangsang gairah seksual cukup beragam. Misalnya:
melihat wajah wanita, body ataupun bagian tubuh lainnya, percakapan yang mesra
atau menggoda, adegan percintaan (pelukan, ciuman dan jima’), serta
fakta-fakta lain yang menggugah birahi. Begitu pula membaca cerita-cerita porno
dan mendengarkan fantas-fantasi seksual, juga dapat membangkitan gairah birahi.
Sebaliknya, menjauhkan atau membatasi diri dari wanita dan segala sesuatu yang dapat membangkitakan birahi, serta menghindarkan diri dari fantasi-fantasi (pikiran-pikiran) seksual, akan mencegah gairah seksual bangkit. Karena, gairah seksual ini hanya akan muncul menggelora bila ada fakta-fakta ataupun fantasi seksual yang hadir.
Oleh karena itu, ketika akan melakukan hubungan seksual, setiap pasangan
hendaknya menciptakan fakta dan pikiran (fantasi) yang mengundang gairah
seksual. Berdandan yang seksi, memakai wewangian, dan berbicara yang mesra,
dapat menimbulkan gairah dan gejolak seksual pasangan yang memuncak. Ketika
gairah seksualnya memuncuak maka kepuasan dari hubungan intim juga akan
tercapai puncaknya.
Sebaliknya, ketika akan melakukan hubungan seksual, hendaknya menghindari berpakaian sekenanya, lusuh atau malah menjijikkan pasangannya, badannya bau (tidak enak), dan berbicara kasar, berdebat, atau tidak mesra. Karena hal itu dapat menghilangkan selera atau gairah seksual pasangannya. Kalaupun terjadi hubungan intim (jima’) maka hal itu terjadi tidak pada puncak gairah seksualnya. Kelezatan dan kenikmatannya kurang.
Dengan melihat kenyataan tersebut maka bisa dipahami bila Islam
membatasi terjadinya interaksi antara pria dan wanita yang mengarah kepada munculnya
gairah seksual, hanya untuk saumi-istri. Sekalipun pada awalnya tidak ada hasrat
(tertarik lawan jenis), hanya sekadar bercakap-cakap biasa, bercanda, atau curhat,
maka pada gilirannya interaksi berduaan (ber-khalwat) tersebut dapat membangkitkan
gairah seksual lawan jenisnya. Munculnya rasa iba, sayang, cinta ataupun
tertarik pada lawan bicaranya, maka akan mendorong mereka untuk saling
bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman dan akhirnya melakukan jima’.
Inilah yang dilarang Islam karena tidak pada haknya.
Selain membatasi interaksi pria dengan wanita, Islam juga mewajibkan Muslim dan Muslimah menutup aurat. Hal ini bisa dipahami pula, bahwa melihat aurat (fakta) tersebut dapat merangsang gairah seksual lawan jenisnya. Bahkan, Islam juga melarang Muslimah (ketika keluar rumah) memakai wewangian dan berdandan yang berlebihan sehingga dapat membangktikan fantasi seksual bagi laki-laki asing (bukan suami atau mahram-nya) yang melihatnya.
Dengan demikian, pembahasan: inilah yang merangsang gairah seksual dapat
dijadikan rambu-rambu pergaulan antara pria dan wanita, terutama bagi yang
bukan mahram-nya. Kesalahan dalam memandang dan menerapkannya dapat berakibat
fatal. Maraknya pemerkosaan ataupun perzinaan bisa dibilang akibat dari iman
dan takwa masyarakat yang rentan terhadap hal-hal yang dapat merangsang gairah
seksual.
Tag :
PEMIKIRAN

0 Komentar untuk "Inilah yang MERANGSANG Gairah Seksual"