![]() |
Inilah Gairah Seksual yang Harus Dipenuhi
|
Inilah gairah seksual yang harus dipenuhi. Bila tidak dipenuhi, maka
manusia akan gelisah dan bahkan punah. Gairah seksual itu muncul dari naluri
seksual yang diciptakan oleh Allah pada diri manusia. Hanya saja, bagaimana
memenuhi dan memuaskan gairah tersebut? Inilah manusia harus mengetahuinya.
Secara alami interaksi antara pria dan wanita akan mudah mengarah kepada naluri seksual. Sekalipun pada awalnya tidak ada niat ke sana. Sekalipun awalnya hanya percakapan biasa, bercanda, dan apalagi saling curhat, cepat atau lambat gairah seksualnya tetap akan muncul.
Pernah dengar kan bagaimana awalnya seseorang jatuh cinta?
Ada pepatah Jawa “Witing trisno jalaran soko kulino”. Awalnya kawan biasa lambat laun tumbuh cinta. Mulanya teman curhat di kantor, lalu saling menyayangi dan ngajak berselingkuh. Ibu kos yang penuh perhatian lama-lama sayang dan terjadilah hubungan intim dengan anak kosnya. Keponakan yang tinggal serumah dengan tantenya juga kerap menyemaikan benih-benih cinta mereka.
Kenapa gairah seksual antara pria dan wanita mudah muncul?
Sekali lagi, Tuhan telah menciptakan naluri seksual yang ada di dalam diri manusia. Naluri itu mudah memunculkan gairah seksual saat ada rangsangan dari lawan jenis. Sekalipun rangsangan itu muncul tidak disengaja atau dibuat-buat untuk menarik lawan jenisnya. Sekadar bercakap-cakap dengan memandang wajahnya, mendengar desah suaranya, keindahan pribadinya, dan apalagi merasakan sensasi sentuhan tubuhnya, selalu saja menimbulkan ketertarikan atau gairah seksual yang pada akhirnya menuntut pemuasannya.
Ya, manusia tidak bisa mengelak terhadap tuntutan pemenuhan naluri
seksualnya tatkala gairah seksualnya telah muncul. Meskipun tidak menimbulkan
kematian (seperti akibat kelaparan), gairah seksual yang muncul membutuhkan
pemenuhan (dengan melakukan hubungan seksual). Bila tidak terpenuhi, maka akan
menimbulkan kegelisahan. Setelah terpenuhi gairah seksualnya dengan memperoleh
kelezatan dan kepuasannya, maka gairah seksualnya akan mereda.
Sekalipun membutuhkan pemuasan, ternyata tuntutan naluri seksual dapat dialihkan dengan memperhatikan kepada hal lain. Naluri seksual tersebut dapat dialihkan (dihilangkan atau dicegah) dengan tidak bertemu, memperhatikan, atau membayangkan lawan jenisnya, sehingga hanya memikirkan hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan tuntutan pemenuhan gairah seksualnya.
Lalu mengapa Tuhan menciptakan naluri seksual itu?
Sebenarnya Tuhan menciptakan naluri seksual itu bukan semata-mata untuk memperoleh kelezatan atau kenikmatan. Rasa lezat dan nikmat yang muncul dari pemuasan gairah seksual itu adalah sesuatu yang alami dan pasti, baik diperhatikan manusia atau tidak.
Tuhan menciptakan naluri seksual
itu bertujuan agar manusia dapat melestarikan jenisnya (gharizatun-nau’). Sehingga
manusia beranak pinak, tidak punah di muka bumi. Sedangkan rasa lezat dan nikmat yang
didapatkan –sekali lagi—itu hanyalah sesuatu yang alami dan pasti, bukan tujuan
yang sesungguhnya. Lagi pula, naluri seksual itu bisa dikendalikan.
Ya, naluri seksual itu bisa dikendalikan. Karenanya, Islam membatasi interaksi antara pria dan wanita untuk memenuhi naluri atau gairah seksualnya hanya untuk suami-istri atau yang orang yang berhak. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya perselingkuhan, perzinaan, penyakit kelamin/menular dan kekacauan sosial akibat dari pemenuhan naluri atau gairah seksual yang yang salah.
Oleh karena itu, menjadi mudah dipahami mengapa Islam melarang pria dan
wanita berduaan atau ber-khalwat. Dengan interaksi berduaan antara pria dan
wanita tanpa mahrom inilah yang memunculkan tuntutan pemenuhan gairah seksual
(misalnya dengan berpegangan tangan, berciuman, memeluk hingga hubungan seksual).
Banyak ayat Al-Qur’an menjelaskan bahwa hubungan pria dan wanita hanya terfokus
pada kehidupan suami-istri saja untuk melestarikan jenisnya. Seperti ayat
Al-Qur’an yang artinya:
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan darinya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 1).“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak anak dan cucu-cucu...” (QS. An-Nahl: 72).“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).
Dengan demikian, Allah Swt tidak menghendaki hubungan pria dan wanita
terfokus pada hubungan seksual semata. Allah melarang pria dan wanita ber-khalwat
dan seks bebas seperti hubungan kumpul kebo, perselingkuhan dan
bentuk perzinaan lainnya. Allah Swt
menghendaki pemenuhan gairah seksual dengan cara yang benar, sesuai dengan
ketentuan syar’ie. Inilah gairah seksual yang harus dipenuhi.
Tag :
PEMIKIRAN

1 Komentar untuk "Inilah GAIRAH SEKSUAL yang harus dipenuhi!"
Wow cinta sejati karena Allah